cerpen jalan jalan ke jogja

Cerpenberlibur ke jogja. Begini cerita liburan ku At that time the school holiday has come. Berlibur ke Yogya Wisatawan Wajib Bawa Kartu Sehat. Untuk pelaku perjalanan yang menuju DIY itu. Jalan-jalan ke kota wisata seperti Yogyakarta tentunya menjadi agenda liburan yang dinanti banyak orang. Salah satu peraturan tambahan itu menyasar bagi HomepageCity Breaks>MENJELAJAH KOTA JOGJA (Bagian 1) MENJELAJAH KOTA JOGJA (Bagian 1) Rab, Jul, 10, 13Posted by : nina Pulang ke k Ekspektasi Jogja adalah surganya batik dengan harga murah. Pasar Beringharjo tentunya sudah kamu kenal sebagai pusatnya batik murah. Berlokasi di kawasan Malioboro, Pasar Beringharjo buka mulai pukul 08.30 hingga 21.00 WIB. Kamu mungkin berpikir akan bisa membawa banyak sekali oleh-oleh batik untuk teman dan keluarga. Tidakberlebihan jika tempat ini disebut sebagai "Mini Hollywood". Studio Alam Gamplong awalnya adalah tempat pengambilan gambar untuk beberapa film Indonesia yang mengambil latar Indonesia abad ke-16.. Kamu bisa menghabiskan waktu seharian untuk jalan-jalan menikmati keunikan set film di sini dan berfoto sepuasnya di depan berbagai replika bangunan jaman dulu. DAERAHISTIMEWA YOGYAKARTA Jalan I Dewa Nyoman Oka 34, Yogyakarta 55224 Telepon (0274) 562070, Faksimile (0274) 580667 Katalog dalam Terbitan (KDT) Dengan selesainya antologi cerpen ini, ucapan terima kasih kepada Kepala Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Tirto Suwondo, M.Hum. yang telah memberi kepercayaan kepada Rencontrer Quelqu Un Tout De Suite Après Une Rupture. Senang sekali kalau bermimpi Saat bangun menjadi nyata Pagi-pagi seseorang mengabari Kalau saya akan ke Jogja Bahagia sekali rasanya ketika atasan di kantor menyampaikan kalau saya menjadi salah satu perwakilan untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Yogyakarta. Kota yang sudah sejak lama saya impikan bisa bertandang ke sana. Kota yang sempat membuat saya bingung dengan pengejaan singkatannya, Yogya atau Jogja? Yang akhirnya saya mendapatkan jawaban jika kata Jogjalah yang dipilih karena mudah dilafalkan oleh semua oran termasuk orang asing. Dan ketika beliau menanyakan apakah saya bersedia, langsung saja saya mengangguk. Kapan lagi saya bisa ke Jogja? Terlepas ini adalah perjalanan dinas dan bukan untuk liburan, tetapi saya selalu berusaha menikmati setiap detik yang saya habiskan saat berada di kota baru yang saya kunjungi itu. Kendati jadwal pelatihan yang saya ikuti sangat padat sehingga tidak ada waktu untuk menjelajahi kota Jogja, tapi itu sudah cukup untuk saya. Bisa melihat Jogja dari dekat sudah membuat saya senang. Mimpi yang Menjadi Nyata Baru beberapa hari sebelumnya saya berkomentar di sebuah blogpost milik Omduut tentang kisah perjalanannya selama di Yogyakarta, saya menuliskan kalau saya ingin sekali ke Jogja dan saya belum pernah sekalipun ke Provinsi yang dijuluki sebagai Kota Gudeg itu. Lalu, beberapa hari setelah komentar saya tersemat, Yang Maha Mendengar mengabulkan keinginan saya. Saya akhirnya datang ke Jogja. Rinai hujan menemaniku saat berangkat ke Jogja dari Nanggroe Aceh tercinta Sendiri saya berangkat dari Banda Aceh menuju Jakarta. Hujan begitu setiap menemani perjalanan saya ke Jogja. Ya, hujan telah turun di subuh yang gelap di Banda Aceh pun demikian saat transit di Jakarta, rinai hujan masih membasahi bumi. Dan ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, hujan belum juga reda. Alih-alih berhenti, air dari langit itu semakin lebat saja membasahi bumi. Dengan menggunakan payung yang disediakan pihak bandara, saya pun berjalan memasuki pintu masuk bandara. Ucapan selamat datang dalam bahasa Jawa menyambut setiap penumpang yang memasuki pintu tersebut. Iringan musik gamelan yang diputar lewat pengeras suara semakin meyakinkanku jika saya benar-benar telah tiba di Daerah Istimewa yang sangat terkenal dengan kekentalan adat istiadat dan kebudayaannya. Hujan tetap awet saat kusinggah sejenak di Jakarta Sambil menunggu jemputan, saya mencoba menjelajahi Bandara Adi Sucipto. Meskipun penerbangan di bandara ini lumayan padat, tapi menurutku ukuran bandara tidak seimbang dengan banyaknya pesawat yang mondar mandir. Selain itu, bandara ini juga kesannya masih kurang tertata rapi. Ketika saya menuju pintu keluar, seperti biasa, para supir taksi berbondong-bondong menawarkan jasanya kepada saya dan penumpang lainnya. Namun, saya terpaksa menolak mereka karena telah ada minibus yang menunggu saya dan peserta pelatihan lainnya dari seluruh Indonesia. Hujan begitu awet di Yogyakarta Hujan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan reda. Padahal, saya sudah berencana untuk jalan-jalan sebentar sebelum acara dimulai. Berbagai tempat wisata di Jogja yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat dan dekat dengan penginapan sudah tercatat dalam list saya. Pun demikian dengan rencana saya untuk bertemu blogger-blogger Jogja seperti kak Indah Juli, Mbak Rian, dan Mbak Irul. Baca juga Tempat Wisata Belanja di Joga yang Ingin Saya Kunjungi Langit Jogja terlihat mendung dan setelahnya hujan kembali mengguyur dengan deras Dalam perjalanan menuju hotel, saya menghubungi Kak Indah dan menyampaikan kalau saya akan terlambat tiba di hotel, jauh meleset dari jadwal yang sebelumnya saya utarakan padanya. Ternyat Kak Indah pun demikian, beliau terjebak macet karena hujan semakin deras. Setelah 20 menit perjalanan dengan menggunakan minibus, saya pun tiba di tempat saya menginap yaitu Hotel Eastparc Yogyakarta yang berlokasi di Jln. Laksda Adisucipto Km. 6,5 Seturan, Depok, Sleman, Yogyakarta. Ketika memasuki hotel mata saya dimanjakan dengan parc atau park alias taman dan dipadukan dengan unsur-unsur Jawa. Beragam lukisan dengan harga yang membuat mata terbelalak dipajang pada setiap sudut hotel ini. Dan setelah meletakkan koper di kamar, saya pun langsung menuju lobi hotel dan menunggu teman-teman blogger datang. Meet Up dengan Blogger Jogja Sudah menjadi kebiasaan para blogger untuk meet up, kopi darat dengan blogger lokal ketika bertandang ke suatu daerah. Konon lagi karena kita bergabung dalam beberapa komunitas blogger yang sama, kehebohan langsung tercipta saat bersua. Jadi, jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah mengabari Kak Indah kalau saya akan ke Jogja. Ada cerita lucu sebenarnya antara saya dan kak Indah Juli atau yang lebih dikenal dengan Makpuh di Komunitas Emak-emak Blogger KEB, pemilik blog Ternyata, tahun 2010, saat roadshow Pesta Blogger ke Banda Aceh, kami pernah dipertemukan dalam satu tim, lho. Saya menjadi panitia untuk chapter Aceh saat itu. Namun, kami tidak saling mengenal atau bertegur sapa kala itu. Mungkin karena sama-sama sibuk dengan tugas masing-masing. Entahlah, pokoknya saya tidak tahu kalau ada Kak Indah yang menjadi perwakilan panitia Pesta Blogger dari pusat. Beberapa tahun kemudian, ketika Facebook mengingatkanku akan foto acara Pesta Blogger 2010 itu, saya melihat Kak Indah berdiri tepat di belakangku. Walhasil, kami sama-sama tertawa dan tidak menyangka kalau kami pernah bertemu. Meet up bersama emak-emak blogger Jogja sumber foto Rian Mbak Rian Anastasia yang sering dijuluki barbie dan pemilik blog yang pertama sekali hadir karena rumahnya tidak jauh dari hotel tempat saya menginap, lalu disusul oleh Mbak Irul, dan terakhir Kak Indah karena rumahnya paling jauh. Kami pun memulai obrolan di lobi, saling bercerita dan tidak lupa berfoto bersama. Pertemuan kami belum usai, karena belum pernah ke Jogja, saya meminta mereka mengajak saya ke tempat makan recommended di Jogja. Rian lalu mengusulkan untuk mencicipi Bakmi Jawa Mbah Gito yang terletak di Jalan Nyi Ageng Nis 9, Peleman-Rejowinangun Sleman. Hm, makan mie pas lagi hujan gini pasti seru. Setelah memesan transportasi mobil online, kami pun menuju ke Bakmi Jawa Mbah Gito. Lokasinya tidak jauh dari hotel dan sangat dekat dengan rumah Rian. Interior warung Bakmi Mbah Gito ini seperti rumah pohon, sangat unik menurutku. Bersama pegawai Bakmi Jawa Mbah Gito, Yogyakarta Foto milik Mbak Rian Setelah kenyang menikmati lezatnya Bakmi Jawa, hujan belum juga reda. Padahal saya ingin sekali melihat keindahan Kota Jogja pada malam hari. Rian dan Kak Juli pun akhirnya mengajak saya berbelanja oleh-oleh Jogja di Mirota Batik sedangkan Mbak Irul pamit lebih dahulu karena harus menjemput anaknya yang sedang berlatih bela diri di sebuah gedung olah raga. Hujan tak kunjung berhenti selama saya di Jogja. Bahkan ada beberapa daerah yang mengalami banjir. Syukurnya, di hari terakhir saya di Kota Wisata ini, matahari mulai menampakkan senyumannya walau tidak begitu cerah. Jadi, sebelum beranjak pulang, saya sempat jalan-jalan ke Candi Prambanan. Cerita tentang perjalanan saya ke candi ini ada di tulisan berikutnya, ya 🙂 Karena belum sempat menjelajah Yogyakarta pada ketadanganku kali ini, keinginan untuk kembali ke kota ini semakin beralasan. Ya, Jogja, aku pasti kembali.[] Liza Fathia Jalan-Jalan ke Jogja Enaknya ke Mana? Ini Rekomendasi Tempat Wisata Seru yang Bisa Jadi Pilihan – Menyambut musim liburan, banyak orang sudah mulai merencanakan tujuan wisata atau jalan-jalan mereka. Salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi para wisatawan adalah Yogyakarta. Yogyakarta atau Jogja memang telah lama menjadi tujuan wisata favorit. Selain karena Jalan Malioboro yang terkenal, banyak tempat jalan-jalan lain yang tidak kalah seru. Jalan-Jalan ke Jogja Enaknya ke Mana?Daftar IsiJalan-Jalan ke Jogja Enaknya ke Mana?1. The World Landmarks Merapi Park2. Studio Alam Gamplong3. The Lost World Castle4. History of Java Museum5. Kebun Teh Nglinggo6. Tebing Breksi7. Bukit Panguk Kediwung8. Hutan Mangrove Kulon Progo9. Pantai Timang10. Kalibiru Kulon Progo11. Hutan Pinus Mangunan12. Kebun Buah Mangunan13. Jalan Malioboro dan Alun-Alun Kidul14. Romantic Garden Bantul15. Agrowisata Bhumi Merapi Daftar Isi Jalan-Jalan ke Jogja Enaknya ke Mana? 1. The World Landmarks Merapi Park 2. Studio Alam Gamplong 3. The Lost World Castle 4. History of Java Museum 5. Kebun Teh Nglinggo 6. Tebing Breksi 7. Bukit Panguk Kediwung 8. Hutan Mangrove Kulon Progo 9. Pantai Timang 10. Kalibiru Kulon Progo 11. Hutan Pinus Mangunan 12. Kebun Buah Mangunan 13. Jalan Malioboro dan Alun-Alun Kidul 14. Romantic Garden Bantul 15. Agrowisata Bhumi Merapi Menikmati liburan di Jogja, kamu akan menemukan banyak sekali rekomendasi tempat wisata. Mulai dari jalan-jalan di sekitar Malioboro, wisata hutan pinus, wisata pantai, hingga ke tempat-tempat yang instagramable untuk kamu yang suka berfoto. 1. The World Landmarks Merapi Park Tempat jalan-jalan di Jogja yang satu ini sudah terkenal sebagai tempat yang instagramable. Di World Landmarks Merapi Park, kamu bisa menyaksikan dan berfoto sepuasnya di depan replika bangunan-bangunan ciri khas negara-negara lain. Di antaranya, kamu bisa menemukan patung Liberty, kincir seperti di Belanda, Menara Pisa, Big Ben, dan Menara Eiffel. Lokasi World Landmarks ada di Jalan Kaliurang Km 25, Desa Pakembinangun, Sleman. Tarif masuk ke objek wisata ini cukup saja. 2. Studio Alam Gamplong Tidak berlebihan jika tempat ini disebut sebagai “Mini Hollywood”. Studio Alam Gamplong awalnya adalah tempat pengambilan gambar untuk beberapa film Indonesia yang mengambil latar Indonesia abad ke-16. Kamu bisa menghabiskan waktu seharian untuk jalan-jalan menikmati keunikan set film di sini dan berfoto sepuasnya di depan berbagai replika bangunan jaman dulu. Mulai dari replika Keraton Mataram hingga Benteng Batavia. Pasti seru banget! Untuk masuk ke sini, pengunjung dipersilakan memberikan tarif secara sukarela. Namun, jika membawa kamera akan dikenakan biaya Untuk mengunjungi set film “Bumi Manusia” juga dikenakan biaya 3. The Lost World Castle Jika sebelumnya kita melihat beberapa replika landmark negara barat dan replika bangunan Indonesia jaman dulu, maka di The Lost World Castle, kita disuguhi oleh kastil megah ala Eropa, tenda suku Indian, hingga pohon sakura. Beberapa atraksi di atas akan sangat memukau begitu kamu memasuki kawasan The Lost World Castle. Tidak sampai disitu saja, di tempat yang sangat instagramable ini, kamu juga bisa menemukan patung Dinosaurus, rumah hobbit, dan beberapa replika tempat-tempat unik lainnya. Harga tiket masuk untuk semua atraksi yang bisa kamu lihat dan bisa mendapatkan spot foto yang bagus di atas adalah 4. History of Java Museum Museum History of Java merupakan museum yang dilengkapi teknologi tinggi. Dengan aplikasi yang dapat diunduh oleh pengunjung dan teknologi AR atau Augmented Reality, gambar-gambar yang diam bisa seolah menjadi bergerak. Wah, seru banget ya! Agar wisata museum semakin seru, Museum History of Java juga menyuguhkan mini teater yang menceritakan sejarah Jawa, dari berbagai kerajaan hingga persebaran agama yang ada di Jawa. Di museum yang berjarak sekitar 30 menit dari Parangtritis ini, kamu juga bisa berfoto di spot-spot instagramable di replika kampung Mataram dan Malioboro. Untuk masuk ke sini, kamu cukup membayar 5. Kebun Teh Nglinggo Jika kamu ingin jalan-jalan ke tempat yang sejuk dengan hamparan kebun teh yang hijau, kamu bisa jalan-jalan ke Kebun Teh Nglinggo yang berlokasi di Desa Nglinggo, Kulon Progo. Tempat ini sebelumnya adalah salah satu markas Pangeran Diponegoro. Namun, telah beralih fungsinya menjadi kebun teh. Selain udara yang sejuk, kamu juga akan disuguhi pemandangan indah dengan delapan puncak gunung sekaligus. Jika ingin bermalam di sana, juga bisa kamu temukan homestay di sekitar Kebun Teh. Tarif masuk ke Kebun Teh Nglinggo cukup saja. 6. Tebing Breksi Tebing Breksi di Jogja menyuguhkan keindahan tebing batuan breksi dengan ukiran-ukiran gambar yang membuatnya indah, dan pastinya menjadi tempat yang pas untuk berfoto. Walaupun ukiran-ukiran tebing breksi termasuk baru, tetapi gunung batunya sendiri sudah berdiri sejak jutaan tahun lalu, lho. Kamu bisa menjelajahi ukiran-ukiran di sana dan naik ke puncak tebing breksi. Pasti seru kan? Selain itu, kamu tidak dikenakan tarif masuk alias gratis untuk mengunjungi tebing breksi ini. 7. Bukit Panguk Kediwung Jika kamu ingin berwisata dengan nuansa pagi dan dengan cara yang berbeda, kamu bisa datang pagi-pagi sekali ke Bukit Panguk Kediwung. Di sana, kamu bisa menunggu matahari terbit dan berfoto dengan cahaya matahari terbit. Tentunya, disediakan spot-spot foto yang seru untuk dicoba, mulai dari perahu, gardu pandang, hingga dibuat seolah-olah kamu mengendarai pegasus sambil diterangi sinar matahari terbit dan dikelilingi awan. Untuk setiap spot fotonya, kamu dikenakan biaya – serta tarif masuk 8. Hutan Mangrove Kulon Progo Hutan Mangrove di Sungai Bogowonto Kulon Progo adalah objek wisata yang dikelola oleh para warga setempat setelah menyadari adanya potensi wisata di sana. Untuk itu, warga setempat sepakat untuk menambahkan spot-spot foto yang keren dan seru untuk dicoba oleh pengunjung. Kamu bisa mengunjungi hutan mangrove ini setelah 2 jam perjalanan dari Jogja. Tarif masuknya juga murah, hanya saja. 9. Pantai Timang Jika kamu menyukai wisata pantai, kamu bisa sekali-sekali mencoba wisata pantai yang sedikit lebih menantang. Kamu bisa mengunjungi Pantai Timang yang terkenal dengan daya tariknya menyeberang ke pulau karang. Tapi, bukan hanya sekedar menyeberang saja, lho. Kamu akan diajak merasakan ekstremnya ombak di bawahmu ketika kamu menyeberang dengan gondola saja. Dijamin akan seru. Untuk tarif masuknya, tidak mahal. Cukup membayar 10. Kalibiru Kulon Progo Kalibiru yang menjadi kawasan ekowisata nomor 1 di Jogja ini memang sengaja dilestarikan oleh warga sekitar sebagai tempat wisata. Kamu tidak hanya ditawari spot foto dan melihat sunset saja. Kamu juga bisa melihat Waduk Sermo dari pijakan di atas pohon dan merasakan serunya trekking berlatar pepohonan yang asri. Tarif untuk masuk ke sana cukup 11. Hutan Pinus Mangunan Hutan pinus Mangunan sudah lama terkenal sebagai spot foto yang bagus dan instagramable. Kamu bisa mengeksplor berbagai spot foto di sana. Tempat wisata hutan pinus ini cocok bagi kamu yang suka dengan wisata alam. Masuknya pun tidak dikenakan tarif. 12. Kebun Buah Mangunan Selain hutan pinus, kebun buah Mangunan juga menawarkan wisata alam dengan pemandangan indah. Kamu bisa menempuh perjalanan sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dan menikmati pemandangan pegunungan, sungai, dan hutan dari atas. Untuk menikmati wisata alam kebun buah Mangunan, kamu cukup membayar tarif 13. Jalan Malioboro dan Alun-Alun Kidul Siapa yang tidak kenal dengan Jalan Malioboro dan Alun-Alun Kidul? Tujuan wajib ketika jalan-jalan di Jogja tentunya adalah ke Jalan Malioboro. Dulunya, memang ramai dengan pedagang di mana kamu bisa menemukan oleh-oleh. Namun, baru-baru ini, pedagang Malioboro telah direlokasi. Dengan begitu, kamu bisa datang ke Teras Malioboro 1 dan 2 untuk menemukan tempat baru bagi para PKL Malioboro. Sedangkan Jalan Malioboro sendiri tetap menjadi spot foto yang asyik dicoba, walaupun menjadi lebih sepi. Setelah itu, kamu bisa ke arah selatan dan menemukan Keraton Jogja dan Alun-Alun Utara. Lebih jauh lagi, kamu bisa berwisata malam di Alun-Alun Kidul di mana banyak pedagang kaki lima dan mencoba kendaraan unik di sana. 14. Romantic Garden Bantul Sebelumnya, memang sudah banyak wisata kebun bunga di Jogja. Salah satunya adalah Romantic Garden di Bantul. Dengan tarif kamu bisa menikmati banyak spot foto dan meminjam topi untuk mempercantik gayamu. Agar bisa berfoto di hamparan banyak bunga-bunga di sini, usahakan kamu datang agak pagi. Selain untuk mendapatkan cahaya yang lebih bagus untuk berfoto, datang agak pagi juga untuk menghindari ramainya pengunjung ketika hari mulai siang. 15. Agrowisata Bhumi Merapi Satu lagi tempat wisata ala Eropa yang ada di Jogja, yaitu Agrowisata Bhumi Merapi. Dengan tarif masuk kamu bisa berfoto di spot-spot foto mirip di luar negeri. Kamu bisa merasakan serunya menjelajahi bangunan-bangunan ala Santorini hingga desa ala Alpen. Selain itu, kamu juga bisa seru-seruan dengan field trip dan outbond di sana. Demikian rekomendasi tempat wisata seru di Jogja yang bisa menjadi pilihan kamu saat jalan-jalan ke Jogja nanti. Apakah kamu sudah menyusun rencana mau jalan-jalan ke mana saja di Jogja? Klik dan dapatkan info kost di dekatmu Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah Cerita pengalaman liburan ke YOGYA! ya sesuai dengan judul artikel kali ini saya akan menceritakan bagaimana liburan saya kemarin di yogya. Mungkin bagi kalian yang akan berpergian untuk menghabiskan waktu luang anda, mungkin anda bisa menjadikannya sebuah referensi untuk pergi liburan ke yogyakarta. YOGYAKARTA! Daerah Istimewa Sekarang siapa sih yang tidak tahu yogyakarta, kota yang dikenal sebagai daerah istimewa. Berbagai cerita menarik dapat anda dapatkan ketika anda menginjak kota ini. Sebelum memilih yogya sebagai destinasi liburan tentunya saya berunding terlebih dahulu kota mana yang akan kami tuju, dan terpilihlah yogya sebagai tempat liburan kami saat lebaran kemarin. Saya pergi ke yogya bersama ke 3 teman saya, tentunya semua ini harus penuh dengan perencanaan. Mulai dari transport berangkat, penginapan, transport pulang dan pastinya destinasi mana aja yang akan kami kunjungi. Liburan kali ini memang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan atau sebelum lebaran, karena mengingat tiket lebaran sudah habis dipesan oleh orang-orang yang hendak mudik. Liburan di yogya ini kami habiskan selama 3 hari 2 malam. Kami berangkat ke yogya pada hari kamis H+4 lebaran menggunakan kereta yang telah kami pesan online, kami berangkat dari stasiun pasar senen jakarta pukul dan sampai di yogya pukul Perjalanan yang sangat membosankan menurut kami, karena cuma hanya bisa tidur dengan posisi duduk yang membuat kami sangat pegal. Mau lihat ke luar kaca kereta pun percuma karena keadaan malam hari yang gelap. Kami waktu itu turun di stasiun tugu yogyakarta karena yang paling dekat dengan jalan malioboro. Setelah itu kami langsung mencari untuk sarapan pagi, berjalanlah kami dari stasiun ke jalan malioboro. Senang campur aduk ketika sudah sampai yogya bisa bertemu dengan plang bertuliskan “Jalan Malioboro”. Wah ini toh jalan yang sangat terkenal di yogya itu. Tadinya kami hendak berfoto dijalan tersebut, tetapi karena mengantri dan perut kami sangat lapar kami langsung pergi menyusuri jalan malioboro. Dan sampailah kami disalah satu angkrinan, waktu itu saya membeli nasi 2 bungkus campur satu usus tahu gorengan, dan minum dengan air susu hangat. Setelah selesai makan saya sedikit kaget ternyata harga total saya makan cuma Rp. 14,000 saja. Ini lumayan murah dibanding dengan jakarta. Destinasi 1 Candi Prambanan Setelah kami sarapan pagi, tujuan pertama kami memang langsung ke candi prambanan. Kenapa kami tidak langsung pergi ke losmen karena waktu check-innya hanya bisa pukul Lanjut, dari jalan malioboro menuju candi prambanan kami menggunakan busway tranyogya nomor A1 tujuan candi prambanan, biayanya cuma Rp. 3,500 saja sama saja seperti transjakarta, cuma halte nya masih bersamaan dengan bus umum lainnya. Dari jalan malioboro menuju candi prambanan perjalanannya sekitar 1 jaman karena jalanan lumayan ramai dan macet. Lalu sampailah kami di candi prambanan, dan kami membeli tiket dengan paket candi prambanan dan ratu boko dengan harga Masuklah kami di candi prambanan, sangat ramai tapi terbayarkan dengan keindahannya. Ketika berada di Candi Prambanan Yogyakarta Destinasi 2 Candi Ratu Boko Setelah kami berkeliling di candi prambanan, selanjutnya kami pergi ke candi ratu boko. Karena kami membeli tiket dengan paket prambanan ratu boko, kami disediakan mobil travel untuk pergi ke candi ratu boko karena jaraknya lumayan jauh dari candi prambanan. Dicandi ratu boko kita bisa melihat ketinggian disekitar candi, karena areanya yang diatas bukit membuat keindahan tersendiri bagi yang datang ke candi ini terutama jika datang pada sore hari dan menjelang sunset pasti keindahannya meningkat. Candi Ratu Boko Yogyakarta Tak terasa waktu pun semakin siang, badanpun mulai lelah dan ngantuk karena belum tidur. Sekitar jam 2an kami putuskan untuk pulang ke losmen. Dari candi ratu boko, kami kembali naik bus travel ke tempat semula yaitu candi prambanan setelah itu kami menuju ke pintu keluar. Dan diluar area candi prambanan ini banyak sekali yang menjual oleh-oleh, kami pun mampir sebentar untuk melihat-melihat awalnya. Akan tetapi karena harganya murah meriah, kami tergiur untuk membeli oleh-oleh seperti gantungan harga 1000an, celana batik, kaos yogya dan makanan khas yogya seperti bakpia hehehe. Karena tak kenal waktu, jam 3an kami baru bisa kembali pulang dengan tujuan losmen atau penginapan. Dari candi prambanan kami kembali menaiki transyogya menuju jalan malioboro karena penginapan kami berapa di jalan dagen dekat sekali dengan malioboro. Karena perjalanan macet, kami baru sampai di losmen sekitar jam setengah 6 sore. Setelah sampai, kami langsung beres-beres dan bersih-bersih badan. Karena belum istirahat sama sekali, kamipun putuskan untuk tidur terlebih dahulu dan pukul 8 malam kami lanjutkan untuk mencari makan malam dan pergi ke keraton yogyakarta. Gudeg Bu Hj Rini dan Keraton Yogyakarta Tepat jam 8 malam, kami keluar dari losmen dan berjalan kaki menyusuri jalan malioboro. Sangat ramai dan pastinya mengesankan. Disana banyak sekali mungkin backpaker lainnya dan para turis asing yang sedang berlibur di yogyakarta ini. Selain itu banyak juga para pejual baik itu makanan maupun pakaian. Dari jalan malioboro tidak terasa kami berjalan sampai ke keraton kidul yogyakarta. Karena perut kami kosong, maka tujuan kami yang pertama adalah mencari makan. Karena makanan khas yogya adalah gudeg, kami mencoba untuk mencari pedagang yang menjual makanan gudeg. Setelah kami searching di instagram, ketemulah kami dengan gudeg bu hj rini. Dan untungnya letaknya tidak jauh dengan keraton yogya yaitu di jalan wijilan. Dijalan wijilan ini banyak sekali yang menjual gudeg, karena memang jalan ini adalah khusus yang menjual makanan khas yogya yaitu gudeg. Gudeg Bu Hj rini ini selain rasanya enak dan tidak terlalu manis harganya pun murah. Saya memesan 1 porsi gudeg dengan telor dan tempe itu seharga Rp. saja ditambah es teh manis seharga 5 ribu. Setelah kenyang, barulah kami pergi ke keraton yogyakarta yang sangat terkenal dengan pohon beringin kembar. Dan saya pun telah mencoba melewatinya. Di yogya memang banyak hal unik, tidak menyesal saya mengunjungi daerah istimewa ini. Kota ini benar-benar istimewa menurut saya. Ketika berada di keraton yogyakarta Setelah puas berkeliling dan waktu sudah menujukkan pukul 11, kami pun kembali pulang ke penginapan. Selanjutnya beristirahat untuk melanjutkan perjalanan destinasi selanjutnya di esok hari. Dan untuk cerita selanjutnya akan saya post di artikel berikutnya. Bakal ada cerita seru lainnya. Tunggu updatean selanjutnya ya. – Cerpen Jogja dan Kenangan berjudul YOGYAKARTA AKU KEMBALI karya Nashita Aulia Hanindiyani - Siswa SD Muhammadiyah Metro Pusat, Kelas II dua. Berikut cerpen yang bisa kita nikmati Cerpen Jogja dan Kenangan “Yogyakarta Aku Kembali” Nashita Cerpen Jogja dan Kenangan Yogya, Oktober 2011. Itulah, saat aku ke sana pertamakali di usiaku 7 bulan. Menurut Bunda, aku tidak merepotkan di dalam pesawat, waktu itu aku masih minum ASI, jadi begitu pesawat take off dan landing, aku tidak cemas, takut, bahkan merasa aman, karena menurut bundaku biasanya balita yang naik pesawat pertama kali akan gelisah, menangis, bahkan ada yang marah, begitulah perilaku setiap anak akan berbeda-beda apabila baru pertama kali naik pesawat. Selanjutnya, setiap kali naik pesawat aku selalu senang, menikmati setiap perjalanan di udara. Di dalam pesawat kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah, kita bisa melihat laut, hutan, rumah, gedung, kendaraan, kapal laut, awan, dan masih banyak lainnya, yang semuanya tampak sangat kecil, seperti rumah-rumahan. Di dalam pesawat kita akan dilayani seorang pramugari dan pramugara, itu sebutan untuk profesi mereka yang akan membantu kita selama perjalan di pesawat. Mereka ramah-ramah, oh iya tidak lupa pula dengan profesi seorang Pilot, dialah yang mengemudikan pesawat. Yogya, merupakan tanah kelahiran ayahku, jadi setiap liburan panjang, yang biasanya di bulan Desember, dan liburan Idul Fitri, kami sekeluarga pasti pulang ke Yogya. Di sana aku bertemu sepupu dan saudara-saudara yang berhubungan darah dengan ayahku. Kata bundaku, setiap ke Yogya, tidak usah membawa baju banyak-banyak, karena di rumah Ninik atau di Yogya, kami selalu meninggalkan baju. Kenapa aku memanggilnya ninik, kenapa bukan eyang nenek sebutan dari suku Jawa. Soalnya menurut cerita ayahku, keluarga besar di Yogya masih keturunakn suku Banjar Banjarmasin. Selain naik pesawat, kami juga senang ke Yogyakarta naik Kereta Api. Perjalanan dari Jakarta menuju Yogya dengan naik kereta bisa sampai 8 jam-an. Supir kereta api namanya Masinis, waktu itu kata bundaku umurku sekitar 5 tahun untuk pertamakalinya saya naik kereta api. Malioboro, Kota Yogya tidak bisa terlepas dari nama itu, karena Malioboro merupakan ciri khas dari Kota Yogya, menurut mereka, belum ke Yogya kalau tidak singgah di Malioboro, di sana mata kita akan dilihatkan dengan berbagai macam aksi, dari pedagang kaki lima, pengamen Kalau di Yogya disajikan dengan musik yang sangat unik maka tak salah apabila ada artis yang sangat berbakat lahir disana, seperti Soimah. Baca Juga Kisah Inspiratif Untuk Siswa Renungan Perubahan Malioboro, merupakan jantung kota Yogya, semua tersedia, dari oleh-oleh yang berupa makanan, soevenir, baju, tas, sendal, dan masih banyak lainnya. Yogyakarta, juga terkenal dengan kota Batiknya, inilah yang menjadi ciri khas Indonesia untuk dijual namanya ke berbagai negara. Malioboro tidak pernah sepi, selalu ramai, hampir 24 jam daerah itu selalu dipenuhi pengunjung, dari hanya yang sekedar melihat-lihat, sampai membeli barang untuk diri sendiri dan oleh-oleh. Di Malioboro aku tidak menyia-nyiakan waktu untuk menaiki dokar, ya, semacam kendaraan yang tenaganya ditarik oleh kuda, lebih sering disebut delman, dengan menaiki delman kita bisa berkeliling di seputaran daerah Malioboro. Ini pertama kalinya aku naik delman, bunyi sepatu kuda, tuk-tik-tak....tik...tuk...sama seperti lagu anak-anak yang judulnya naik delman. Waktu itu delman yang aku naiki juga melewati sekolah SD ayahku, ini sekolah ayah dulu SD Muhammadiyah Ngupasan 2, kami juga melewati Rumah Sakit Muhammadiyah Yogya, tidak pula juga kami melewati pusat oleh-oleh bakpia Pathuk, dan kami melewati Stasiun Tugu, sebagai central Yogya. Yogyakarta, kota yang sangat istimewa, selain dikenal dengan kota Pendidikan, kota seni, makanan di sana juga bermacam-macam. Setiap liburan tahun baru dan lebaran aku mengunjungi kota Yogyakarta, selain keramahtamahannya orang-orang di sana, mereka juga terkenal dengan kesederhanaanya. Selama di Yogya aku tidak menyia-nyiakan waktu, apalagi Yogya juga terkenal dengan tempat wisatanya. Tempat aku tinggal tidak jauh dari keraton, jadi hampir tiap pagi, saya menyempatkan diri bersama bunda dan adikku, untuk jalan-jalan di sekitar belakang keraton, walaupun belum kenal dengan orang-orang sekitar, tapi saya merasa nyaman, karena mereka sangat ramah-ramah, sopan, dan senyum yang hampir setiap hari menjadi ciri khas masyarakat Yogya dengan tutur kata yang halus. Awal ke Yogya agak asing dengan kata-kata; monggo, maturnuwun, namun lama kelamaan saya mulai mengerti artinya. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Yogya. Membuat kita yang berada di sana, selalu dan selalu ingin kembali. Rumah Ninikku depannya adalah pasar, di sana tempat bertemunya penjual dan pembeli. Kita bisa dengan mudah membeli apa saja, dari makanan sehari-hari sampai baju, sendal, mainan, di pasar itulah aku belajar bertegur sapa, salim kepada orang yang lebih tua, sampai berkenalan dengan orang baru. Baca Juga Cerpen Tentang Keterbatasan Fisik Yang Sukses Yogya juga terkenal dengan kota Wisata, di sini banyak tempat menarik, apalagi untuk seusiaku yang baru kelas 2 SD, Taman Pintar menjadi daya tarik tersendiri untuk wajib dikunjungi. Di Taman Pintar kita bisa belajar banyak hal, diantara lain seperti, wahana kreasi batik, wahana kreasi gerabah, wahana teater 3 dimensi, gedung PAUD, wahana bahari, perpustakaan, aquarium air tawar, zona agro, zona pusaka, zona purba, wahana sejarah keraton, wahana tokoh pendidikan. Di Taman Pintar anak-anak pasti akan merasa senang, karena kita tidak perlu pergi kemana-mana, cukup di lingkungan sekitar maka kita akan mandapatkan semua yang kita inginkan. Selain tempat wisata yang banyak tadi, tidak lupa pergi ke kebun binatang, ketika sampai di sana ternyata sangatlah luas, sekitar 20 hektar, karena itulah, kebun binatang ini mampu menampung banyak spesies satwa, dan lebih dari 50 macam flora. Sungguh aku tekagum-kagum dengan keanekaragaman ciptaan Allah SWT. Kebun binatang Gembiraloka, membuatku banyak belajar, apalagi wisata ini memang paling disukai oleh anak-anak. Di sana kita dapat melihat berbagai macam hewan yang tentunya jarang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, karena habitat aslinya dihutan. Di Gembiraloka Kita bisa melihat kijang, banteng, gajah Sumatra, rusa tutul, sipanse, zebra, tapir brazil, beruang madu, kudanil dan bekantan, selain melihat binatang tersebut, maka kita juga berinteraksi dengan beberapa hewan, misalnya kita bisa naik gajah, onta yang semuanya ditemani oleh pawang. Selanjutnya juga pergi ke pasar malam. Di Yogya kita juga bisa menikmati pasar malam, yang hampir setiap malam ramai pengunjung. Alun-alun, yang berada di tengah-tengah kota. Di Yogya Alun-alun ada dua. Pertama alun-alun utara atau dalam bahasa jawa disebut alun-alun lor. Aku juga mau bercerita sedikit tentang alun-alun lor utara. Di sana ada dua pohon beringin besar berpagar yang berada di tengah alun – alun. Dua pohon beringin besar itu masing-masing diberi nama Kyai dewandaru dan Kyai Wijayandaru. Pada masa lalu disekeliling alun-alun lor ditanami 63 pohon beringin yang melambangkan umur Nabi Muhammad SAW. Biasanya sering sekali diadakan pertunjukan konser malam, pasar malam, sepeda santai, disana juga banyak paara pedagang menyuguhkan dagangannya. Kalau kita berkunjung ke Alun-alun utara, kita juga bisa mampir ke tempat wisata lainnya, seperti, keraton Yogya, masjid gedhe, pusat gudeg wijilan, pusat wisata malioboro dan benteng vredeburg. Baca Juga Cerpen Penyesalan Datang Belakangan Alun-alun Selatan juga tidak kalah terkenalnya, karena alun-alun merupakan tempat di mana bertemunya banyak orang, baik di pagi, siang, malam hari. Apalagi kalau malam hari, banyak sekali yang bisa kita saksikan, dari pertunjukan sampai jajanan yang siap kita beli. Di alun-alun selatan ini semakin malam, semeakin ramai. Bercerita tentang Yogya saya teringat makanan khasnya, gudeg, rumah Niniku dekat sekali dengan pembuat gudeg. Jadi, setiap pagi sekitar jam 2 sudah tercium bau aromanya. Gudeg terbuat dari nangka muda yang dicampur dengan santan serta gula merah, sehingga rasanya manis sekali, tapi jika orang yang suka pedas, boleh di tambahkan cabai sedikit. Makanan gudeg isinya ada telur, kerupuk rambak dan ayam. Buat anak-anak juga ada bubur. Gudeg juga bisa dijadikan oleh-oleh, karena tersedia gudeg kering dan gudeg basah, jadi tidak usah khawatir bakal basi. Ah, rasanya tak akan habis ceritakan tentang Yogya, yang selalu membuatku rindu untuk kembali itu. Baca Juga Cerpen Singkat Tentang Orang Tua Sibuk Bekerja Itulah Cerpen Jogja dan Kenangan, cerita pendek tentang Jogja yang berjudul Yogyakarta Aku Kembali. Sebuah cerita tentang kerinduan. Sekian. Semoga bermanfaat. Cerpen Karangan ErfransdoKategori Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 7 October 2020 Pukul 6 pagi aku dan teman-teman SMAku berangkat menuju Yogyakarta dari Sukabumi. Udara pagi saat itu sangatlah dingin, aku pun memutuskan untuk memakai jaket agar badanku tetap terasa hangat. Aku berada di bus 3 dan duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan indah dengan begitu jelas. Di sampingku ada dua temanku bernama Rifai dan Wijaya. Ketika aku asyik melihat pemandangan di luar, mereka tertidur pulas, mungkin mereka masih mengantuk berbeda denganku. Setengah jam perjalanan kami yang berada di bus cukup merasa bosan dengan suasana pagi itu. Pengelola bus itu pun mengerti dengan kebosanan kami dan langsung memutar lagu yang membuat kami semakin semangat. Lagunya sangat nge-rock. Guru pembimbing di bus kami yang tertidur pulas pun terbangun karena lagu itu. Tak lama kemudian, guru pembimbingku itu pun membagikan ketupat dan beberapa makanan ringan untuk kami sarapan. Ada beberapa dari kami yang mengambilnya dan ada pula yang tidak karena mereka sudah mempunyai bekal sendiri dari rumah. Bosan dengan mendengarkan lagu, kami pun meminta kepada operator bus untuk memutarkan sebuah film. Dan perwakilan dari kami pun menuju ke depan bus untuk melihat-lihat film yang akan kami tonton. Tanpa sengaja perwakilan kami yang bernama Bagus itu pun menekan tombol yang menuju ke film dewasa. Alhasil kami para remaja yang berada di bus itu pun tertawa terbahak-bahak dengan aksi konyolnya itu. Apalagi disitu ada guru pembimbing kami. Bagus pun segera memindahkan film itu ke film lainnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Kami para lelaki sebenarnya sangat senang sekali dengan kejadian itu, namun kami sangat malu dengan guru pembimbing kami. Bagus berkata kepada kami bahwa operator bus mengoleksi film-film yang berkonten dewasa, pantas saja ketika kami memintanya untuk memutar film operator bus itu hanya terdiam. Terlalut dalam perjalanan sambil menyaksikan film akrobat, kami pun satu persatu terlelap tidur di tengah perjalanan. Namun kami sempat terbangun ketika bus tiba-tiba bergoyang karena melewati jalan berlubang dan penuh batu. Kami sangat terkejut dengan hal itu, kami takut jika bus yang kami tumpangi akan terjatuh. Namun supir kami menyebutkan bahwa itu adalah hal biasa yang tidak berbahaya. Kami pun lega dengan pernyataannya, dan setelah itu kami pun melanjutkan tidur kami. Ketika maghrib, semua bus pun berhenti di sebuah tempat makan yang cukup luas. Disana ada beberapa mushola. Aku dan teman-teman yang beragama islam pun segera menuju mushola untuk melaksanakan solat maghrib berjamaah. Setelah itu, baru kami menuju meja makan yang cukup luas untuk menyantap makanan yang lezat setelah kami merasakan kelaparan sejak tadi. Kami sangat lahap memakan makanan yang disediakan di meja. Setelah selesai makan, rombongan kami pun kembali melanjutkan perjalanan di busnya masing-masing. Supir yang dari tadi mengendarai bus kami pun bergantian dengan supir yang lain karena perjalanan masih cukup jauh sekitar 5 jam lagi. Aku pun membuka ponselku untuk bermain game dan mengabarkan orangtuaku. Di perjalanan kami sudah ada di Jawa Tengah, suasana di luar jendela bus pun sangat indah dan menarik sekali. Banyak sekali lesehan-lesehan dan para pengamen yang sedang bekerja di warung-warung dan tempat makan. Sungguh menyejukkan mata sampai-sampai aku pun tertidur kembali. Tak terasa jam pun sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Kami tiba di tempat penginapan kami di Jawa Tengah ini selama beberapa hari ke depan. Tempat penginapan itu sangat nyaman bagi kami apalagi ada kolam ikannya. Sebelum menuju kamar, kami pun dibagi menjadi 5 orang/kamar. Dan aku bersama keempat temanku ditempatkan di kamar no. 22 dekat kolam ikan itu. Sebelum tidur, kami pun membereskan semua barang bawaan kami dan berganti baju. Setelah itu kami menyetel televisi dan bermain kartu sambil memakan makanan ringan yang kami bawa masing-masing. Jam setengah dua pagi barulah kami tertidur untuk mempersiapkan perjalanan besok menuju museum Dirgantara yang merupakan museum Dirgantara terbesar di Asia Tenggara. Kami terbangun sekitar jam setengah enam pagi dan langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu untuk melaksanakan solat shubuh yang terkesan terlambat ini karena kami semalaman begadang. Setelah itu kami pun mandi lalu sarapan dengan nasi goreng. Sekitar jam setengah delapan pagi baru kami berangkat menuju Museum Dirgantara. Tiba disana kami langsung diberi pengarahan oleh anggota TNI, mereka menceritakan tentang sejarah museum ini sejak awal berdirinya hingga sekarang. Untuk mengambil foto-foto di museum kami diberi kupon yang harus dibayar Kami pun mengelilingi berbagai ruangan yang begitu luas ini, kami sangat dimanjakan dengan semua benda yang ada di museum itu. Setelah sekitar satu jam berada di museum, kami melanjutkan perjalanan menuju Keraton Yogyakarta. Susananya begitu panas, apalagi kami harus berjalan kaki menuju keraton itu. Di keraton peraturannya sangat ketat, kami tidak dibolehkan untuk mengambil foto sembarangan dan jangan membuat keributan. Hari-hari pun berlalu, kami sudah menjelajahi berbagai tempat wisata di Yogyakarta ini, mulai dari museum Dirgantara, keraton Yogyakarta, candi Prambanan, candi Borobudur, Goa Pindul, stan salak, dan tempat-tempat lainnya. Kami pun banyak menjumpai bule dan menyempatkan untuk berfoto dengan mereka walau dengan bahasa yang kurang kami mengerti. Tetapi dengan gerakan saja mereka sudah mengerti bahwa kami ingin berfoto dengan mereka. Dan hari ini adalah hari terakhir untuk berjalan-jalan setelah banyak tempat yang kami kunjungi. Kami akan menuju ke Jl. Malioboro. Ini adalah tempat yang kami tunggu-tunggu, karena di Malioboro berbeda dengan tempat lainnya. Di tempat ini banyak sekali barang-barang, makanan dan lain sebagainya yang bisa kita beli untuk oleh-oleh dengan harga yang murah meriah. Kami pun menyusuri setiap sudut di Jl. Malioboro ini, kami mencari barang dan makanan untuk dibawa ke rumah untuk oleh-oleh. Aku pun menyempatkan untuk membeli oleh-oleh untuk seseorang yang spesial, begitu pula dengan temanku yang lain. Kami hampir lupa dengan waktu, sehingga kami pun baru selesai berkeliling sekitar jam sembilan malam telat satu jam dari jadwal yang sudah ditentukan. Setelah membeli oleh-oleh kami pun makan malam di sebuah rumah makan cepat saji tidak jauh dari Jl. Malioboro. Sebelum makan, barang-barang bawaan dan oleh-oleh yang kami beli tadi disimpan terlebih dahulu di dalam bus. Kami sangat lahap sekali menyantap makanan di malam hari karena kami merasa sangat lapar dan lelah mencari oleh-oleh yang pas untuk dibawa ke rumah. Aku merasa ada yang kurang saat makan malam, bus kami yang beranggotakan 40 penumpang seperti kurang, ah biarkan saja mungkin dia sedang tidak lapar. Aku pun melanjatkan santapan malam bersama teman-temanku yang lain. Setelah perut telah terisi, kami pun kembali menuju bus untuk melanjutkan perjalnan menuju hotel tempat kami menginap karena besok kami sudah harus kembali ke Sukabumi. Ketika bus akan berangkat, salah satu dari kami mengeluh dan menceritakan kepada kami bahwa baju yang dia beli untuk oleh-oleh tidak ada di bawah kursinya. Dia pun mengadu kepada guru pembimbing kami, padahal tadi tidak ada siapa-siapa di bus ketika makan malam. Perjalanan pun sempat tertunda karena masalah ini, guru pembimbing kami yang bernama Ibu Yuli ini mencoba menanyakan kepada kami siapa yang melihat baju baru teman kami itu. Namun kami semua tidak melihatnya. Bu Yuli pun menuju ke bus lain barangkali ada yang melihat atau menemukannya. Bu Yuli akhirnya memutuskan untuk memeriksa semua tas dalam bus 3 terlebih dahulu bersama teman kami yang kehilangan oleh-olehnya itu karena dia sendiri yang mengetahui barangnya itu. Jika dalam bus 3 tidak ada barang yang dimaksud, para guru pembimbing pun akan membantu mencarinya di bus yang lain. Setelah beberapa menit kemudian bu Yuli dan teman kami bernama Reno itu keluar dari bus. Setelah itu Bu Yuli pun meminta untuk kami semua kembali ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan. Apa mungkin mereka sudah menemukannya, syukurlah jika barang itu sudah ditemukan. Tapi barang itu ditemukan dimana aku sama sekali tidak tahu. Banyak dari kami yang saling tuduh menuduh menyembunyikan barang itu. Aku pikir jika itu merupakan candaan, candaan itu sama sekali tidak lucu karena sangat meresahkan kami semua. Kami pun kembali ke hotel dengan badan yang begitu lelah, kami langsung tidur untuk mempersiapkan diri besok untuk kembali pulang ke rumah. Keesokan harinya kami membereskan dan memasukkan barang-barang kami yang sangat berantakan. Kami melipat semua baju kami agar rapi tidak acak-acakan. Kami pun membagi tugas untuk membersihkan kamar yang kami tempati selama beberapa hari ini. Setelah semua rapi dan tubuh kami pun wangi, kami pun segera keluar kamar dan menguncinya. Setelah itu kami langsung menyantap sarapan dengan menu yang spesial. Pukul 8 pagi kami berangkat dari Yogyakarta menuju Sukabumi untuk kembali pulang ke rumah masing-masing dengan gembira. Banyak sekali pengalaman yang sangat menarik ketika aku dan teman-teman berada di Yogyakarta. Banyak sekali kenang-kenangan yang kami ukir disana. Ada pula pengalaman berharga yang kami temukan sebelum pulang ke Sukabumi ketika hendak menuju hotel. Dan sampai saat ini kami belum tahu dimana barang yang hilang itu bisa ditemukan kembali. Cerpen Karangan Erfransdo Blog / Facebook / Erfrans Do IF YOU WANT TO SUCCESS, YOU MUST ACTION! Cerpen Cerita di Yogyakarta merupakan cerita pendek karangan Erfransdo, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Melihat Dari Kejauhan Oleh Seli Oktavia Aku menyukaimu Lisa’ tulis Leo pada halaman terakhir buku fisika. Menutupnya kasar lalu memasukkannya kedalam tas sekolah. Ia bangkit dari meja belajarnya lalu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Menatap langit Persahabatan Vs Cinta Oleh Widya Nursyah Fitri Tepat pukul setengah dua siang, bel pulang sekolah berbunyi. Walaupun bel telah berbunyi tanda sudah berakhir jam pelajaran, tetapi kami tidak diperbolehkan pulang karena kami harus ikut belajar tambahan Cerita Siswa Biasa Oleh Galih Gilang Nama aku Adit. Saat ini aku siswa kelas 1 di SMA Negeri di kotaku. Aku termasuk anak pendiam di sekolah. Namun nilai-nilai mata pelajaran yang aku raih waktu SMP Unexpected Sesuatu Yang Tak Terduga Part 2 Oleh Vinzza A. “Eh sorry ya aku ga liat tadi”. “Lagi mikirin apa sih sampe orang segede gini gak keliatan?”. “Ah ngga kok ngga lagi mikirin apa apa, sekali lagi sorry ya Antara Kamu dan Dia Oleh Geoarta, SMPN 1 Puri Aku Cimel. Kisahku dimulai saat aku duduk di kelas 9. Aku menyukai teman cewekku yang sudah mempunyai seorang kekasih. Aku tahu aku salah tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku. “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"

cerpen jalan jalan ke jogja